Kebijakan Keberlanjutan ANJ: ”Road to Net Zero”

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Senin, 19 Juli 2021
Penampakan area konservasi PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS). Penampakan area konservasi PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS).

KOMPAS.comKelapa sawit masih menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia.
Melansir Kompas.com, Rabu (10/2/2021), Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit menyatakan produksi kelapa sawit Indonesia mencapai 51,58 juta ton pada 2020.

Walau realisasi volume ekspor minyak sawit turun karena pandemi Covid-19, nilai ekspor dari
komoditas itu justru mengalami kenaikan sebesar 13,6 persen secara tahunan,
menjadi 22,97 miliar dollar AS.

Meski membanggakan, produksi sawit sering kali dianggap menyebabkan kebakaran hutan
lewat alih fungsi lahan, menciptakan emisi karbon, hingga merugikan masyarakat
dan satwa yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Salah satu perusahaan sawit asal Indonesia PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Tbk
menyatakan, perusahaannya memiliki kebijakan keberlanjutan yang turut menjaga
hutan dan keanekaragaman hayati.

Direktur Operasi ANJ Geetha Govindan K Gopalakrishnan mengatakan, pihaknya memiliki kebijakan keberlanjutan yang sudah dideklarasikan dan dilakukan. Kebijakan ini diambil antara lain untuk melindungi hutan yang memiliki stok karbon dan nilai konservasi tinggi.

Baca juga: Lewat Koperasi, ANJ Dukung Ketahanan Ekonomi Masyarakat Papua Barat

Dia menegaskan, komitmen tersebut sejalan dengan kriteria kebijakan keberlanjutan internasional dan pedoman dari Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sebagai informasi, RSPO merupakan asosiasi gabungan dari berbagai organisasi yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan.

Sementara itu, ISPO adalah kebijakan Pemerintah Indonesia yang bertujuan meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia di pasar dunia dan berpartisipasi mengurangi gas rumah kaca serta memberi perhatian terhadap masalah lingkungan.

“Bisnis kami perkebunan sawit, sehingga kriteria kami adalah standar internasional dan domestik, dalam hal ini ISPO dan RSPO. Kami mengikuti kriteria ini dengan ketat untuk memastikan hutan yang ada di konsesi kami terlindungi dan dimonitor untuk keanekaragaman hayati,” ujarnya kepada Kompas.com lewat Zoom, Selasa, 13/7/2021).

Dalam praktiknya, ANJ memiliki proyek untuk melestarikan sumber daya alam, seperti daur ulang air, daur ulang sampah melalui pengomposan, pengurangan emisi lewat teknologi electrostatic precipitator (alat penangkap abu sisa pembakaran), dan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil.

Geetha juga menyebutkan, pihaknya memulai beberapa inisiatif sejak 2014, yakni melakukan pengomposan, fertigasi (penyaluran pupuk lewat sistem irigasi), hingga penyemprotan yang dikontrol aplikasi sehingga pemakaian air per hektar jauh menurun.

Baca juga: Kinerja Perseroan Meningkat, Wakil Dirut ANJ: Semoga Penguatan CPO Berlanjut

“Kami punya target yang sudah tercapai sekarang, yaitu menggunakan 1,25 ton air untuk 1 ton buah dalam pengolahan buah sawit. Kami harap akan mencapai 1 ton air untuk 1 ton buah dalam dua tahun ke depan,” sebutnya.

Terkait isu deforestasi atau penebangan hutan, Geetha menegaskan, sebagai anggota RSPO dan ISPO pihaknya memiliki beberapa prinsip dan kriteria untuk memastikan bahwa perusahaan akan melindungi area sok karbon tinggi dan nilai konservasi tinggi.

“Sebagai pemenuhan syarat, kami sudah deklarasi dalam kebijakan keberlanjutan, there is no burning. Kami tidak membuka lahan dengan cara membakar lokasi-lokasi vegetasi untuk menanam sawit,” tegasnya.

Dia menjelaskan, dalam menanam sawit pihaknya akan memetakan area mana saja yang masuk klasifikasi gambut, area stok karbon tinggi, dan memiliki nilai konservasi tinggi. Wilayah tersebut tidak akan dibuka.

Perubahan iklim dan komitmen net zero

Biogas PT Austindo Aufwind New Energy (AANE) dan kolam limbah yang dikelola ANJ. (DOK. ANJ) Biogas PT Austindo Aufwind New Energy (AANE) dan kolam limbah yang dikelola ANJ.

Lebih lanjut, Geetha mengatakan, bagi pebisnis agrikultur, perubahan iklim adalah masalah serius bila tidak ditangani dengan proses yang bagus karena berdampak pada produktivitas dan profitabilitas.

Baca juga: Sri Mulyani Ubah Tarif Pungutan Ekspor Sawit, Berikut Rinciannya

Oleh karenanya, ANJ telah mengimplementasikan penggunaan teknologi dalam melakukan adaptasi dan mitigasi.

ANJ melihat berbagai varietas pohon yang tahan terhadap cuaca ekstrem, berhemat dan menjaga sumber air, hingga melakukan pengomposan dan fertigasi yang menggunakan teknologi terkini.

“Kami ada road map untuk mencapai net-zero. Hutan juga bagian penting dalam carbon sequestration dan carbon sink. Untuk hutan yang ada di lokasi kami, kami sudah berkomitmen untuk melindungi hutan tersebut,” terangnya.

Net-zero adalah netralitas karbon yang mengacu pada pencapaian emisi karbon dioksida netto-nol. Adapun carbon sequestration merupakan penangkapan dan penyimpanan karbon dioksida dari atmosfer dalam jangka waktu yang lama, sedangkan carbon sink adalah penyerap karbon untuk waktu tidak terbatas.

Untuk mitigasi, lanjut Geetha, ANJ melakukan pengairan guna menjaga kelembaban tanah. Salah satunya melalui pembangunan resapan air atau waduk sehingga saat hujan bisa dipakai untuk pengolahan buah dan disalurkan untuk perkebunan.

Baca juga: Menilik Potensi IPO Sektor Sawit Sepanjang 2021

Geetha mengatakan, sumber daya alam akan menjadi isu dalam risiko bisnis. Oleh karenanya, dia memastikan ANJ memastikan sumber daya air yang dipakai berkelanjutan.

Selain itu, ANJ sebagai perusahaan yang rantai pasoknya panjang juga memiliki konsekuensi dampak lingkungan. Ini seperti penggunaan peralatan atau obat-obatan untuk keperluan perkebunan yang perlu diimpor.

Maka dari itu, Geetha menegaskan, ANJ memastikan telah memasukkan pihak rantai pasok untuk mengikuti kebijakan keberlanjutan melalui sosialisasi dan edukasi.

“Kami ingin mereka bergabung dengan kami dalam sustainability journey untuk mencapai tujuan keberlanjutan,” ujarnya.

Geetha juga mengatakan, dalam kontrak dengan pihak rantai pasok, ANJ sudah menyosialisasikan kebijakan keberlanjutan dan mengedukasi mereka untuk mengurangi jejak karbon.

Baca juga: Sektor Sawit Serap Tenaga Kerja dalam Jumlah Signifikan

“Kami memberi edukasi tentang perubahan iklim, pemakaian solar, dan apa yang harus mereka lakukan sebagai mitra kami yang bertanggung jawab untuk ANJ,” tegasnya.

Lebih lanjut, sebagai bisnis yang menyumbang gas rumah kaca (GRK) secara signifikan, ANJ mengimplementasikan beberapa proyek pengurangan GRK, seperti pengomposan, fertigasi, penggunaan pupuk organik, dan mengurangi penggunaan pupuk nitrogen.

“Kami menangkap gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit dengan methane capture plant dan mengubahnya jadi listrik. Kami juga melindungi hutan konservasi di wilayah operasi kami, seperti yang kami lakukan di Belitung, Papua Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Barat,” jelasnya.

Selain itu, Geetha menyampaikan pula, pihaknya turut mendukung masyarakat sekitar melalui program-program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bagian dari misi mencapai standar keberlanjutan yang diinginkan.

Dia mencontohkan, ANJ turut menjadikan sejumlah masyarakat sekitar sebagai karyawan di kebun, mengedukasi agar berkolaborasi mencegah kebakaran hutan, termasuk memberikan premi kepada petani mitra yang telah meraih sertifikasi atas pendampingan perusahaan.

Baca juga: Menkop UKM Sebut Ada 3 Kunci UMKM Kelapa Sawit Bisa Tumbuh

Kami juga bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat membentuk kelompok tani peduli api (KTPA) serta berinvestasi untuk training sehingga KTPA bisa efektif dan sigap menanggapi insiden kebakaran di daerahnya,” katanya.

Geetha menegaskan pula, sebagai perusahaan yang bisnisnya berdampak pada lingkungan, sosial dan ekonomi, pihaknya terbuka pada kritik dan saran. ANJ memiliki mekanisme untuk menerima keluhan dan memastikan keluhan tersebut direspons secara transparan.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Kebijakan Pro-Perempuan ANJ: Kesetaraan Gender dan Pemenuhan Hak Pekerja Perempuan
Kebijakan Pro-Perempuan ANJ: Kesetaraan Gender dan Pemenuhan Hak Pekerja Perempuan
Pertumbuhan Berkelanjutan
Upaya ANJ Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia
Upaya ANJ Lindungi Keanekaragaman Hayati Indonesia
Pertumbuhan Berkelanjutan
Dukung Pengembangan SDM, ANJ Jalankan Program PAUD dan TK di Papua Barat
Dukung Pengembangan SDM, ANJ Jalankan Program PAUD dan TK di Papua Barat
Pertumbuhan Berkelanjutan
Kebijakan Keberlanjutan ANJ: ”Road to Net Zero”
Kebijakan Keberlanjutan ANJ: ”Road to Net Zero”
Pertumbuhan Berkelanjutan
Lewat Koperasi, ANJ Dukung Ketahanan Ekonomi Masyarakat Papua Barat
Lewat Koperasi, ANJ Dukung Ketahanan Ekonomi Masyarakat Papua Barat
Pertumbuhan Berkelanjutan
Kinerja Perseroan Meningkat, Wakil Dirut ANJ: Semoga Penguatan CPO Berlanjut
Kinerja Perseroan Meningkat, Wakil Dirut ANJ: Semoga Penguatan CPO Berlanjut
Pertumbuhan Berkelanjutan
Dikunjungi 3 Kementerian, Produsen Edamame Ini Bahas Pengembangan Pasar Ekspor
Dikunjungi 3 Kementerian, Produsen Edamame Ini Bahas Pengembangan Pasar Ekspor
Pertumbuhan Berkelanjutan