KOMPAS.com – PT Merdeka Gold Resources Tbk (BEI: EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA), membuktikan kesiapan operasionalnya yang solid dengan melakukan penuangan emas perdana (first gold pour) di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (14/2/2026).
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting karena EMAS merealisasikan proyek lebih awal dari target yang semula direncanakan pada akhir kuartal I-2026.
“Pencapaian ini diraih lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya kami sampaikan kepada publik, mencerminkan disiplin eksekusi proyek dan kesiapan operasional yang solid,” ujar Presiden Direktur EMAS Boyke Poerbaya Abidin dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (19/2/2026).
Baca juga: Merdeka Gold (EMAS) Lakukan Penuangan Emas Perdana di Tambang Pani
Pernyataan itu disampaikan Boyke saat prosesi penuangan emas perdana yang dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Ida Syahidah beserta jajarannya, di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (14/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, ia mengatakan bahwa percepatan itu menandai keberhasilan EMAS bertransisi dari tahap pengembangan proyek menuju operasi emas komersial sejak akuisisi aset pada 2020.
Penuangan emas perdana tersebut menghasilkan dore bullion, yakni emas batangan setengah jadi yang diperoleh melalui proses pelindian (heap leach) dan pemulihan emas di fasilitas Adsorption, Desorption, and Recovery (ADR). Tahap ini menandai dimulainya produksi emas komersial di Tambang Emas Pani.
Baca juga: Perminas, BUMN Baru yang Bakal Ambilalih Tambang Emas Martabe dari Agincourt
Pada tahun pertama operasinya, EMAS menargetkan produksi di Tambang Emas Pani mencapai 110.000 hingga 115.000 ons emas, melampaui target awal perseroan sebesar 80.000 ons sepanjang 2026.
Tambang yang dikelola dengan metode tambang terbuka itu memiliki cadangan sekitar 4,8 juta ons emas dan sumber daya mineral lebih dari 7 juta ons emas. Dengan potensi ini, Tambang Emas Pani dinilai sebagai salah satu tambang emas primer yang paling menjanjikan di Indonesia.
Boyke menegaskan bahwa penuangan emas perdana di Tambang Emas Pani merupakan pencapaian strategis bagi perseroan dan Grup Merdeka.
Baca juga: Konsisten Terapkan ESG, Grup Merdeka Catat Prestasi Gemilang Sepanjang 2025
“Beroperasinya Tambang Emas Pani juga menjadi fondasi bagi peningkatan kapasitas produksi ke tahap berikutnya," ucapnya.
Tak hanya mempercepat produksi awal, EMAS juga mempercepat pembangunan fasilitas carbon-in-leach (CIL). Konstruksi CIL dengan metode penggalian tanah yang semula akan dimulai pada 2027 telah dikerjakan sejak awal 2026.
Pengembangan fasilitas CIL berkapasitas 12 juta ton bijih per tahun kini ditargetkan selesai pada 2028. Sebelumnya, tahap pertama berkapasitas 7 juta ton direncanakan selesai pada 2029 dan ekspansi menjadi 12 juta ton pada 2032.
Baca juga: Merdeka Gold Resources (EMAS) Catat Cadangan Bijih Emas Naik Jadi 4,8 Juta Ons
Dengan percepatan ini, target produksi sebesar 500.000 ons emas per tahun yang semula diprediksi tercapai pada 2032, kini optimis bisa diraih pada 2029.
Menjelang fase produksi penuh, Tambang Emas Pani dinyatakan siap memasuki tahap produksi emas komersial karena telah menyelesaikan seluruh tahapan pengembangan dan commissioning utama, termasuk penambangan awal, fasilitas pabrik persiapan bijih (ore preparation plant/ OPP), heap leach, serta fasilitas ADR.
Boyke mengungkapkan bahwa keberadaan Tambang Emas Pani tidak hanya memperkuat portofolio emas Grup Merdeka, tetapi juga berkontribusi terhadap produksi emas Indonesia serta pembangunan ekonomi Gorontalo melalui penciptaan lapangan kerja dan program pemberdayaan masyarakat.
“Seluruh kegiatan operasi kami jalankan dengan mengedepankan prinsip-prinsip good mining practices (GMP) serta standar lingkungan, sosial, dan tata kelola environmental, social, and governance (ESG) yang tinggi,” katanya.
Baca juga: Efisiensi Energi Jadi Kunci Transformasi Operasi Tambang Batu Bara
Senada dengan Boyke, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail optimistis kehadiran industri pertambangan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo.
“Saya optimis dengan adanya industri pertambangan, pertumbuhan ekonomi provinsi bisa mencapai enam persen lebih asal dikelola dengan baik,” ucapnya.
Gusnar menambahkan, saat ini pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo mencapai 5,71 persen.
Dengan pertumbuhan tersebut, ia berharap angka kemiskinan di daerahnya dapat terus menurun.