Konsisten Terapkan ESG, Grup Merdeka Catat Prestasi Gemilang Sepanjang 2025

Kompas.com - 12/12/2025, 10:50 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Grup Merdeka di bawah PT Merdeka Copper Gold Tbk menegaskan bahwa komitmennya terhadap keberlanjutan dan environment, social, governance ( ESG) bukan sekadar slogan, melainkan landasan bisnis perusahaan.

Perusahaan dengan kode saham MDKA tersebut menjadikan ESG sebagai bagian dari nilai-nilai perusahaan dan fondasi dalam menjalankan bisnis.

Head of Corporate Communications MDKA Tom Malik mengatakan, Grup Merdeka konsisten menjalankan operasi tambang dan pemrosesan mineral dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, efisiensi sumber daya, dan tanggung jawab sosial.

Bagi Grup Merdeka, ESG bukan kotak checklist tetapi bagian dari DNA perusahaan yang memengaruhi setiap pengambilan keputusan, mulai dari eksplorasi, pengembangan proyek, operasi harian, hingga interaksi dengan pemangku kepentingan dan masyarakat.

Baca juga: BEI Sebut Investasi Berbasis ESG Naik 194 Kali Lipat dalam 1 Dekade Terakhir

“Kami tidak melihat ESG sebagai beban atau kewajiban, tetapi kompas moral dan strategi bagi keberlanjutan perusahaan dan masyarakat,” ujar Tom dalam keterangan resminya, Kamis (4/12/2025).

Konsistensi Grup Merdeka dalam menerapkan ESG mengantarkan perusahaan mencatatkan sejumlah prestasi gemilang sepanjang 2025, dengan perolehan penghargaan dari berbagai lembaga nasional dan internasional. 

Pada November 2025, Grup Merdeka meraih penghargaan Platinum dan Emas dalam ajang Internasional Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 yang digelar di Denpasar, Bali.

Untuk pertama kalinya, MDKA mendapatkan Platinum Rank, peringkat tertinggi dalam ASRRAT.

Baca juga: MDKA Catat Pertumbuhan Produksi dan Efisiensi Biaya di 2024

Sementara itu, PT Merdeka Battery Materials Tbk (IDX: MBMA) berhasil mempertahankan Gold Rank yang pernah diraih pada 2024. Penghargaan ini mencerminkan kualitas tinggi dalam transparansi, akuntabilitas, dan komprehensivitas pelaporan ESG.

Pengakuan global terhadap prestasi keberlanjutan dan transparansi pelaporan ESG juga tercermin dari kesuksesan PT Merdeka Copper Gold Tbk dalam mempertahankan rating ESG “A” dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pemeringkatan global tersebut menempatkan MDKA sebagai satu-satunya perusahaan Indonesia pada sektor logam dan pertambangan terdiversifikasi yang mendapatkan rating A.

Selain itu, MDKA juga berhasil mempertahankan peringkat #1 dalam Sustainalytics ESG Risk Rating untuk sektor pertambangan terdiversifikasi berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics.

Baca juga: MDKA Pacu Proyek Strategis, Perkuat Posisi di Industri Pertambangan

Di tingkat nasional, MDKA menerima penghargaan PRISMA dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai untuk kategori Penilaian Risiko Bisnis dan HAM.

Skor yang didapatkan MDKA berada dalam kategori hijau atau tingkat kepatuhan tinggi terhadap penerapan dan perlindungan HAM.

Tak hanya itu, MDKA juga resmi masuk dua indeks terkemuka di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Baca juga: Market Order Kian Diminati, Transaksi Saham Makin Cepat di BEI

Capaian anak usaha Merdeka

Pada tingkat operasional, komitmen keberlanjutan Merdeka tercermin melalui berbagai capaian anak usahanya yang membuktikan bahwa ESG bukan sekadar pelaporan, tetapi integrasi operasional dan kinerja nyata.

PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha yang mengoperasikan Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi berhasil meraih peringkat Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Penghargaan serupa juga diraih PT Sulawesi Cahaya Mineral, anak usaha yang mengelola Tambang Nikel Konawe di Sulawesi Tenggara.

Selain itu, PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI) yang mengoperasikan pabrik Acid Iron Metal di Morowali, Sulawesi Tengah, meraih penghargaan TOP Corporate Social Responsibility (CSR) Award 2025 dengan capaian Bintang 4.

Baca juga: MTI: Subsidi Motor Listrik Sebaiknya Dialihkan ke Angkutan Umum

Penghargaan tersebut diberikan berkat tata kelola CSR yang dinilai sangat baik, khususnya melalui program unggulan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Penggerak Motor Ekonomi Lokal (BUMILOKA).

Sementara itu, PT Batutua Kharisma Permai (BKP) yang mengelola Tambang di Wetar, Maluku, telah resmi menyelesaikan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 142,14 hektar (ha).

Hasil rehabilitasi juga telah diserahkan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Seluruh capaian tersebut mencerminkan tindakan nyata dan terukur Grup Merdeka terhadap keberlanjutan, serta pengakuan atas upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip bisnis pertambangan yang bertanggung jawab (good mining practices).

Baca juga: Banjir Lahar Semeru, Aktivitas Pertambangan Pasir di Jugosari Lumajang Dilarang

Grup Merdeka menerapkan praktik good mining practices untuk meminimalkan dampak lingkungan serta memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan pekerja dan masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Capaian Grup Merdeka sepanjang 2025 semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia.

Seluruh pencapaian tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor dan pemangku kepentingan sekaligus menjadi semangat tambahan bagi seluruh insan Merdeka untuk terus menciptakan nilai jangka panjang melalui praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan.

Terkini Lainnya
Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI

Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI

Bakti Merdeka
Konsisten Terapkan ESG, Grup Merdeka Catat Prestasi Gemilang Sepanjang 2025

Konsisten Terapkan ESG, Grup Merdeka Catat Prestasi Gemilang Sepanjang 2025

Bakti Merdeka
Grup Merdeka Perkuat Konservasi Biodiversitas, dari Pelepasliaran Maleo hingga Perlindungan Anoa

Grup Merdeka Perkuat Konservasi Biodiversitas, dari Pelepasliaran Maleo hingga Perlindungan Anoa

Bakti Merdeka
MDKA Pacu Proyek Strategis, Perkuat Posisi di Industri Pertambangan

MDKA Pacu Proyek Strategis, Perkuat Posisi di Industri Pertambangan

Bakti Merdeka
MDKA Berkomitmen Kembangkan Kompetensi Karyawan dan Pekerja Lokal

MDKA Berkomitmen Kembangkan Kompetensi Karyawan dan Pekerja Lokal

Bakti Merdeka
Pani Gold Project, Proyek Masa Depan MDKA yang Fokus Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Pani Gold Project, Proyek Masa Depan MDKA yang Fokus Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Bakti Merdeka
MDKA Ingin Jadi Pemain Kunci di Industri EV, Albert Saputro Beberkan Strateginya

MDKA Ingin Jadi Pemain Kunci di Industri EV, Albert Saputro Beberkan Strateginya

Bakti Merdeka
Pertambangan Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab, Upaya MDKA Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab, Upaya MDKA Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati

Bakti Merdeka
12 Tahun Grup Merdeka, Wujudkan Tambang Berkelanjutan untuk Masyarakat dan Indonesia

12 Tahun Grup Merdeka, Wujudkan Tambang Berkelanjutan untuk Masyarakat dan Indonesia

Bakti Merdeka
Peringati Hari Ozon Nasional, Ini Upaya MDKA Dukung Target Net Zero Emission 2060 Pemerintah

Peringati Hari Ozon Nasional, Ini Upaya MDKA Dukung Target Net Zero Emission 2060 Pemerintah

Bakti Merdeka
Tegakkan Prinsip Keberlanjutan, Merdeka Copper Gold Gali Produk Baru dari Bekas Tambang   

Tegakkan Prinsip Keberlanjutan, Merdeka Copper Gold Gali Produk Baru dari Bekas Tambang   

Bakti Merdeka
HUT RI Ke-79, Upaya Merdeka Copper Gold dalam Hadirkan Pemerataan Pembangunan

HUT RI Ke-79, Upaya Merdeka Copper Gold dalam Hadirkan Pemerataan Pembangunan

Bakti Merdeka
Lestarikan Lingkungan, MDKA Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Jakut dan Bekasi

Lestarikan Lingkungan, MDKA Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Jakut dan Bekasi

Bakti Merdeka
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com