12 Tahun Grup Merdeka, Wujudkan Tambang Berkelanjutan untuk Masyarakat dan Indonesia

Kompas.com - 03/10/2024, 12:45 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejak berdiri pada 2012 dan resmi menjadi perusahaan publik pada tahun 2015, PT Merdeka Copper Gold Tbk (IDX:MDKA) telah memulai perjalanan panjang di dunia pertambangan.

Berawal dari mengoperasikan tambang emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Merdeka kini telah mengukuhkan komitmennya untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia di segala aspek bisnis. 

Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip environment, social, and governance ( ESG) ke dalam seluruh operasionalnya, Merdeka berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, lingkungan sekitar, dan pemangku kepentingan terkait.

Dari sisi bisnis, di tahun ke-12 Merdeka memiliki fundamental yang semakin kuat, yang dibangun melalui unit-unit usahanya di Indonesia. 

Kini, Merdeka tengah menjawab tantangan transformasi yang kompleks, dalam melebarkan unit bisnis dan potensi pengelolaan yang signifikan di Indonesia, bertransformasi ke proyek-proyek  masa depan yang menjanjikan, seperti proyek Emas Pani dan proyek Tembaga Tujuh Bukit yang diperkirakan segera beroperasi penuh dalam waktu dekat. 

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan, pihaknya tengah menjalankan beberapa proyek ekspansi. 

Baca juga: Peringati Hari Ozon Nasional, Ini Upaya MDKA Dukung Target Net Zero Emission 2060 Pemerintah

Pertama, sebagai wujud dukungan upaya hilirisasi nikel pemerintah, kami telah membangun fasilitas pengolahan nikel High Pressure Acid Leach (HPAL),” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (25/9/2024).

Kedua, Merdeka memiliki Proyek Emas Pani di Gorontalo yang akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Tambang ini diperkirakan bisa beroperasi pada 2025. 

Ketiga, proyek underground Tujuh Bukit di Banyuwangi sudah menyelesaikan tahap studi kelayakan saat ini sehingga perkembangannya on the track,” tuturnya.

Di usianya yang ke-12 tahun, Merdeka semakin dewasa dalam menjalankan bisnis pertambangan mineral yang berorientasi pada kepatuhan dan tanggung jawab sosial yang tinggi. 

Merdeka berharap dapat memberikan kontribusi baik melalui inovasi maupun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. 

Baca juga: Lestarikan Lingkungan, MDKA Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Jakut dan Bekasi

Salah satu kontribusi itu diwujudkan Grup Merdeka dengan selalu terbuka pada segala kegiatan kolaboratif sepanjang memiliki tujuan kepentingan bersama dan tidak merugikan masyarakat. 

Dalam kegiatan sosialisasi inklusivitas dan keberagaman, Grup Merdeka menggandeng Komisi Nasional (Komnas) Perempuan dan komunitas terkait, untuk bersama melakukan kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat yang mempunyai keterbatasan pada Hari Perempuan Sedunia 2024. 

Di samping itu, Merdeka juga kerap melakukan aksi-aksi sosial yang manfaatnya langsung dirasakan. 

Sebagai contoh, tahun ini Merdeka menggelar voluntary program berbasis internal dalam kegiatan kemanusiaan dan lingkungan dengan pihak luar, seperti Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) dan penanaman biopori bersama di sekolah Muhammadiyah 8 Jakarta dan penanaman 1.000 bibit mangrove di sekitar teluk Jakarta. 

Seluruh program  kolaboratif yang dilakukan Merdeka bertujuan untuk membantu, meringankan beban individu dan komunitas  dengan keterbatasan. 

Baca juga: MDKA Transisi Energi Terbarukan Berkala di Lokasi Operasional

Selain itu, kegiatan kolaboratif lewat aksi lingkungan juga menjadi prioritas perusahaan dalam upaya rehabilitasi alam. 

Kontribusi bagi masyarakat sekitar tambang

Merdeka melakukan kontribusi efektif dan tepat sasaran kepada masyarakat di kawasan lingkar tambang operasi dan proyek yang dikelola. 

Salah satu komitmen dalam membantu peningkatan pendidikan diwujudkan dalam bentuk pemberian beasiswa.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, PT Bumi Suksesindo (BSI) yang mengelola Tambang Emas Tujuh Bukit, menggelontorkan total 841 beasiswa pendidikan yang bervariasi, mulai dari jenjang SD hingga S1 perguruan tinggi sampai pada 2024. 

Anak perusahaan Merdeka itu juga menyerap tenaga kerja lokal yang berhasil dan berprestasi dalam program beasiswa ini.

Selain beasiswa, bentuk kepedulian terhadap pendidikan juga ditunjukan Merdeka melalui PT Batutua Kharisma Permai–Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) yang mengelola operasi Tambang Tembaga Wetar  di Maluku Barat Daya. 

Baca juga: Tekan Emisi, MDKA Tanam 1.000 Mangrove di TWA Angke dan Muara Gembong

Anak perusahaan tersebut memberikan bantuan sosialisasi kurikulum merdeka ke sekolah-sekolah di wilayah Pulau Wetar sekaligus memberikan bantuan pembangunan sarana prasarana sekolah di sekitar wilayah operasi. 

Kegiatan tersebut merupakan realisasi kerja sama program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) BKP-BTR.  

Inovasi bagi kelestarian lingkungan

Merdeka juga terus berupaya untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Albert menyampaikan, keberlanjutan adalah dasar utama operasi bisnis dan kerja Merdeka.

Sebab, kesinambungan bisnis ditentukan seberapa kuat komitmen pelestarian lingkungan dijalankan dengan sebaik-baiknya melalui berbagai cara, salah satunya dengan  inovasi substitusi energi. 

“Pada konsep keberlanjutan dan upaya dekarbonisasi, kami menandatangani memorandum of understanding (MoU) penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dari PLN yang memiliki akses di daerah,” ujarnya.

Baca juga: Tegakkan Prinsip Keberlanjutan, Merdeka Copper Gold Gali Produk Baru dari Bekas Tambang   

Dia menyebutkan, penggunaan listrik di operasi tambang emas Tujuh Bukit Banyuwangi sudah 100 persen EBT. 

Saat ini, operasi Tambang Tujuh Bukit di Banyuwangi menggunakan 100 persen listrik EBT yang disuplai dari PLTP Kamojang Jawa Barat.

Adapun penggunaan EBT itu mampu mengurangi efek gas rumah kaca dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. 

Merdeka juga sudah menggunakan bahan bakar biodiesel B-35 yang merupakan campuran bahan bakar nabati (BBN) berbasis 35 persen minyak kelapa sawit  untuk operasional kendaraan dan alat berat. 

“Nah, untuk area kami yang belum terjangkau PLN, upaya dekarbonisasi dilakukan dengan mengkaji penggunaan energi solar dan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Di Tambang Tembaga Wetar, Maluku Barat Daya, Merdeka juga mulai berinovasi menggunakan modul surya, sebagai substitusi energi selain listrik konvensional.

Baca juga: Tegaskan Komitmen Pemenuhan HAM, Merdeka Copper Gold Raih KG Media Lestari Awards 2024

Salah satu hasil dari upaya menerapkan ESG, Grup Merdeka mendapatkan berbagai penghargaan pada 2023, di antaranya predikat rating “A” dari Morgan Stanley Capital International (MSCI/ Lembaga Pemeringkat Global) sebagai perusahaan tambang mineral dengan pengelolaan ESG terbaik di Indonesia.

Pengakuan itu menjadi pengakuan dan pembuktian dari komitmen dan kinerja ESG proporsional yang dibangun Merdeka hingga saat ini. 

Jejak inovasi Merdeka dibuat dengan semangat memperbaiki kualitas lingkungan melalui program rehabilitasi, reklamasi, dan upaya dekarbonisasi. 

Terkini Lainnya
Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif, MDKA Dukung Peran Karyawan Perempuan

Ciptakan Lingkungan Kerja Inklusif, MDKA Dukung Peran Karyawan Perempuan

Bakti Merdeka
Operasional EMAS Solid, Penuangan Perdana di Tambang Emas Pani Lebih Cepat dari Target

Operasional EMAS Solid, Penuangan Perdana di Tambang Emas Pani Lebih Cepat dari Target

Bakti Merdeka
Komitmen K3 Grup Merdeka, Catat Hampir 50 Juta Jam Kerja Tanpa Cedera

Komitmen K3 Grup Merdeka, Catat Hampir 50 Juta Jam Kerja Tanpa Cedera

Bakti Merdeka
Tuntaskan Komitmen Hijau, PT GSM Serahkan 589 Hektar Rehabilitasi DAS ke Kementerian Kehutanan

Tuntaskan Komitmen Hijau, PT GSM Serahkan 589 Hektar Rehabilitasi DAS ke Kementerian Kehutanan

Bakti Merdeka
Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI

Peduli Korban Bencana Sumatera, Grup Merdeka Salurkan Donasi Rp 977 Juta melalui Baznas RI

Bakti Merdeka
Konsisten Terapkan ESG, Grup Merdeka Catat Prestasi Gemilang Sepanjang 2025

Konsisten Terapkan ESG, Grup Merdeka Catat Prestasi Gemilang Sepanjang 2025

Bakti Merdeka
Grup Merdeka Perkuat Konservasi Biodiversitas, dari Pelepasliaran Maleo hingga Perlindungan Anoa

Grup Merdeka Perkuat Konservasi Biodiversitas, dari Pelepasliaran Maleo hingga Perlindungan Anoa

Bakti Merdeka
MDKA Pacu Proyek Strategis, Perkuat Posisi di Industri Pertambangan

MDKA Pacu Proyek Strategis, Perkuat Posisi di Industri Pertambangan

Bakti Merdeka
MDKA Berkomitmen Kembangkan Kompetensi Karyawan dan Pekerja Lokal

MDKA Berkomitmen Kembangkan Kompetensi Karyawan dan Pekerja Lokal

Bakti Merdeka
Pani Gold Project, Proyek Masa Depan MDKA yang Fokus Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Pani Gold Project, Proyek Masa Depan MDKA yang Fokus Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Bakti Merdeka
MDKA Ingin Jadi Pemain Kunci di Industri EV, Albert Saputro Beberkan Strateginya

MDKA Ingin Jadi Pemain Kunci di Industri EV, Albert Saputro Beberkan Strateginya

Bakti Merdeka
Pertambangan Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab, Upaya MDKA Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab, Upaya MDKA Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati

Bakti Merdeka
12 Tahun Grup Merdeka, Wujudkan Tambang Berkelanjutan untuk Masyarakat dan Indonesia

12 Tahun Grup Merdeka, Wujudkan Tambang Berkelanjutan untuk Masyarakat dan Indonesia

Bakti Merdeka
Peringati Hari Ozon Nasional, Ini Upaya MDKA Dukung Target Net Zero Emission 2060 Pemerintah

Peringati Hari Ozon Nasional, Ini Upaya MDKA Dukung Target Net Zero Emission 2060 Pemerintah

Bakti Merdeka
Tegakkan Prinsip Keberlanjutan, Merdeka Copper Gold Gali Produk Baru dari Bekas Tambang   

Tegakkan Prinsip Keberlanjutan, Merdeka Copper Gold Gali Produk Baru dari Bekas Tambang   

Bakti Merdeka
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com