Menperin Apresiasi IWIP, Ekspor Prekursor Nikel untuk EV pada Awal 2025

Kompas.com - 03/12/2024, 19:33 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan apresiasi tinggi kepada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park ( IWIP) atas kemajuan pesat yang dicapai dalam mendukung industri kendaraan listrik di Indonesia.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah rencana ekspor prekursor nikel untuk produksi baterai kendaraan listrik yang dijadwalkan dimulai pada awal 2025.

"Saya sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran PT IWIP atas dedikasinya dalam menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia yang mendukung pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik," ujar Agus

Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (28/11/2024).

Baca juga: 50 Perusahaan AS Temui Prabowo, Rosan: Mereka Yakin dengan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Untuk diketahui, PT Huaneng New Material salah satu tenant IWIP berencana mengekspor 50.000 ton per tahun Precursor Nickel Cobalt Manganese Hydroxide (NCM), bahan baku utama untuk produksi baterai kendaraan listrik. Pasar utama untuk ekspor ini adalah Amerika Utara dan Eropa.

Selain itu, Weda Bay Project juga akan terus berkembang dengan rencana untuk memproduksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan sistem penyimpanan energi (energy storage system) yang akan dikelola oleh PT REPT Battero Energy Co. Ltd.

Produksi baterai ini dijadwalkan dimulai pada Maret 2026 dengan kapasitas 8 Gigawatt hours (GWh), yang akan meningkat menjadi 20 GWh pada 2027. Kondisi ini diperkirakan akan membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 2.800 tenaga kerja.

Baca juga: Cekcok soal Pekerjaan, Pria di Jaksel Dipukul Pakai Botol di Tempat Hiburan Malam

Tak hanya baterai, kawasan tersebut juga akan memproduksi Off Road Pure Electric Mining Dump Truck dengan kapasitas baterai antara 282 kilowatt hour (kWh) hingga 375 kWh. Truk pertama dijadwalkan untuk dirakit pada Desember 2025.

Di samping itu, PT Kemajuan Aluminium Industry di Weda Bay akan memproduksi aluminium ingot dengan kapasitas 1 juta ton per tahun, dengan total nilai investasi sekitar 655 juta dollar Amerika Serikat (AS).

Sejalan dengan upaya pemerintah

Pada kesempatan tersebut, Agus menekankan pentingnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai langkah strategis yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen pada kebijakan pengurangan emisi GRK di level internasional, dengan target pengurangan sebesar 31,89 persen pada 2030 melalui upaya nasional dan 43,20 persen dengan dukungan internasional. 

Baca juga: IESR Usul Komitmen Prabowo Menuju NZE Direalisasikan Sebelum 2050

“Selain itu, Indonesia bertujuan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih awal. Salah satu inisiatif utama dalam upaya ini adalah pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ( KBLBB),” imbuh Agus.

Ia menegaskan bahwa percepatan pengembangan ekosistem KBLBB akan terus didorong, salah satunya melalui proyek-proyek seperti yang ada di Weda Bay.

"Proyek ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Maluku Utara dan Halmahera Tengah," imbuh Agus.

Baca juga: Ada Pemilih Tiga Kali Nyoblos, PSU Digelar di TPS Halmahera Utara

Dukungan pemerintah yang berkelanjutan

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur (Presdir) IWIP Xiang Binghe menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian (Kemenperin), terhadap perkembangan signifikan perusahaan tersebut.

Menurutnya, perkembangan signifikan IWIP, yang kini mempekerjakan lebih dari 80.000 orang, tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara perusahaan dan pemerintah.

“Keberhasilan IWIP hingga mencapai lebih dari 80.000 karyawan tidak lepas dari dukungan yang luar biasa dari pemerintah, termasuk Kemenperin. Kami berharap dukungan dan kerja sama ini terus terjalin, agar proyek ini dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Maluku Utara dan Halmahera Tengah,” jelas Xiang.

Terkini Lainnya
Bulan K3 Nasional, IWIP Edukasi Karyawan Pentingnya Penerapan K3 di Dunia Kerja

Bulan K3 Nasional, IWIP Edukasi Karyawan Pentingnya Penerapan K3 di Dunia Kerja

Kawasan Industri Weda Bay
Menperin Apresiasi IWIP, Ekspor Prekursor Nikel untuk EV pada Awal 2025

Menperin Apresiasi IWIP, Ekspor Prekursor Nikel untuk EV pada Awal 2025

Kawasan Industri Weda Bay
WBN dan Pemkab Halmahera Tengah Teken MoU Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih di Weda Tengah

WBN dan Pemkab Halmahera Tengah Teken MoU Bangun Instalasi Pengolahan Air Bersih di Weda Tengah

Kawasan Industri Weda Bay
Berkomitmen Lestarikan Lingkungan, Weda Bay Project Tanam 1 Juta Mangrove hingga Bangun Sanctuary

Berkomitmen Lestarikan Lingkungan, Weda Bay Project Tanam 1 Juta Mangrove hingga Bangun Sanctuary

Kawasan Industri Weda Bay
Dukung Pengembangan SDM, IWIP-WBN Buka Program Beasiswa untuk Mahasiswa dan Mahasiswi di Halteng dan Haltim

Dukung Pengembangan SDM, IWIP-WBN Buka Program Beasiswa untuk Mahasiswa dan Mahasiswi di Halteng dan Haltim

Kawasan Industri Weda Bay
Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Maluku Utara, IWIP Gelar Pembinaan UMKM di Weda Tengah

Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Maluku Utara, IWIP Gelar Pembinaan UMKM di Weda Tengah

Kawasan Industri Weda Bay
Peduli Kesejahteraan Masyarakat Sekitar, IWIP Realisasikan Program CSR Pendidikan hingga Lingkungan

Peduli Kesejahteraan Masyarakat Sekitar, IWIP Realisasikan Program CSR Pendidikan hingga Lingkungan

Kawasan Industri Weda Bay
Dorong Kemajuan UMKM di Maluku Utara, IWIP Gelontorkan Rp 700 Miliar dalam 3 Tahun Terakhir

Dorong Kemajuan UMKM di Maluku Utara, IWIP Gelontorkan Rp 700 Miliar dalam 3 Tahun Terakhir

Kawasan Industri Weda Bay
PT WBN Terima Penghargaan Tamasya Award 2023 dari Kementerian ESDM

PT WBN Terima Penghargaan Tamasya Award 2023 dari Kementerian ESDM

Kawasan Industri Weda Bay
Sediakan Air Bersih untuk Masyarakat, WBN Bangun Water Intake dan WTP di Halmahera Tengah

Sediakan Air Bersih untuk Masyarakat, WBN Bangun Water Intake dan WTP di Halmahera Tengah

Kawasan Industri Weda Bay
WBN Raih Penghargaan Utama pada Ajang Good Mining Practice Award 2023

WBN Raih Penghargaan Utama pada Ajang Good Mining Practice Award 2023

Kawasan Industri Weda Bay
IWIP dan Pemkab Halteng Teken Kerja Sama untuk Tingkatkan Kehidupan Sosial Masyarakat Sekitar

IWIP dan Pemkab Halteng Teken Kerja Sama untuk Tingkatkan Kehidupan Sosial Masyarakat Sekitar

Kawasan Industri Weda Bay
Komitmen Jaga Kawasan Pesisir, IWIP Ajak Masyarakat Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Komitmen Jaga Kawasan Pesisir, IWIP Ajak Masyarakat Tanam 5.000 Bibit Mangrove

Kawasan Industri Weda Bay
Hadiri Forum Kemitraan Investasi, IWIP Teken Kerja Sama dengan Pelaku UMKM

Hadiri Forum Kemitraan Investasi, IWIP Teken Kerja Sama dengan Pelaku UMKM

Kawasan Industri Weda Bay
PT Weda Bay Nickel Raih Penghargaan Subroto 2022 dari Kementerian ESDM

PT Weda Bay Nickel Raih Penghargaan Subroto 2022 dari Kementerian ESDM

Kawasan Industri Weda Bay
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com