Tingkatkan Kualitas Manajemen Risiko Perusahaan, WSBP Raih Risk Management Awards 2023

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Rabu, 11 Januari 2023
Karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sedang melakukan pengecekan.DOK. Humas WSBP Karyawan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) sedang melakukan pengecekan.

KOMPAS.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyebutkan bahwa penerapan governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, risiko, dan kepatuhan sangat penting untuk membantu dalam aspek manajemen risiko perusahaan.

Hal tersebut dilakukan WSBP karena sebagai perusahaan terbuka yang bergerak di bidang manufaktur beton dan jasa konstruksi harus menghadapi perkembangan lingkungan, baik dari dalam maupun luar.

Melalui manajemen risiko, WSBP mengklaim dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham. Hal ini sekaligus bisa memberikan gambaran komprehensif kepada pemangku kepentingan maupun pengelola perusahaan mengenai peluang dan risiko yang dihadapi.

Sejak 2016, WSBP telah menerapkan enterprise risk management (ERM) yang meliputi tata kelola dan budaya risiko, strategi manajemen risiko, pedoman dan prosedur manajemen risiko, infrastruktur manajemen risiko, proses manajemen risiko, serta komunikasi dan pemantauan proses manajemen risiko.

Baca juga: Penerapan Manajemen Risiko dan Jasa Broker Asuransi Jadi Kunci Korporasi Hadapi Tantangan di Masa Depan

Director of Finance & Risk Management WSBP Asep Mudzakir mengatakan bahwa dalam implementasi pilar tersebut memiliki beberapa tahap, yaitu developing, managed, dan established.

“Kami memiliki target pada implementasi ERM ini hingga 2026 mendatang dengan target rata-rata atas Pilar ERM perusahaan sebesar 4,17,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/1/2022).

Asep menjelaskan, pihaknya melakukan beberapa strategi untuk menempatkan target implementasi ERM. Hal ini juga dilakukan dengan mendukung penerapan manajemen risiko di lingkungan WSBP.

Pertama, kata dia, meningkatkan pencapaian tingkat risk maturity WSBP. Terdapat peningkatan risk maturity WSBP dari semula 3,02 pada 2020 menjadi 3,20 pada 2021.

Baca juga: Waskita Ikut Garap Proyek Pelabuhan Patimban, Kontraknya Rp 595 Miliar

“Kedua, pemutakhiran pedoman dan prosedur manajemen risiko secara berkala sesuai dengan tuntutan dari stakeholder, serta perubahan lingkungan perusahaan baik secara internal maupun eksternal,” jelas Asep.

Ketiga, lanjut dia, pemrosesan risk control self assessment (RCSA) sudah dilakukan melalui platform aplikasi Waskita Risk Management (WaRM) dengan berbasis katalog risiko.

Selain itu, kata Asep, WSBP juga melakukan control assessment pada setiap periode pelaksanaan RCSA pada aplikasi WaRM.

Hal tersebut dilakukan sebagai dukungan untuk mempercepat implementasi penerapan risk-based audit (RBA) perusahaan.

“WSBP juga menguatkan integrasi tata kelola dan manajemen risiko dalam proses pengambilan keputusan proyek manufaktur dan konstruksi melalui penerapan proses pre-screening, project risk scoring, dan total risk exposure,” ucap Asep.

Baca juga: Kaleidoskop Kinerja WSBP 2022, Korporasi Berhasil Kantongi Kontrak Senilai Rp 3,29 Triliun

Tak hanya itu, WSBP juga meningkatkan prinsip kehatian-hatian melalui penerapan four eyes principle dalam pelaksanaan Komite Manajemen Risiko Kegiatan Manufaktur dan Konstruksi.

Menurut Asep, penerapan high level guidance pada kegiatan manufaktur, konstruksi, dan investasi, serta prinsip four eyes principles dan kriteria kelayakan minimal menjadi salah satu faktor keberhasilan WSBP dalam mengimplementasikan GRC bagi internal perusahaan.

Penerapan tersebut memiliki dampak signifikan pada kepercayaan terhadap perusahaan.

Dengan berbagai target dan strategi yang dijalankan tersebut, WSBP berhasil meraih apresiasi dalam acara Waskita Transformation Awards 2023.

Dalam Waskita Transformation Awards 2023, WSBP meraih Juara II kategori Best Risk Management Implementation Anak Perusahaan, dengan judul Risk Management Implementation PT Waskita Beton Precast Tbk.

“Apresiasi ini menjadi motivasi kami untuk terus berkomitmen dapat meningkatkan bisnis perusahaan melalui penetapan kebijakan dan implementasi tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi secara terintegrasi,” imbuh Asep.

Baca juga: Waskita Beton Raih Kontrak Baru Rp 1,37 Triliun, Sumbernya dari Sini

Untuk selanjutnya, sebut dia, WSBP akan fokus meningkatkan kapabilitas organisasi serta kompetensi dan keahlian manajemen risiko.

"(WSBP) juga akan terus menjaga penetapan key risk indicator (KRI), mengembangkan platform WaRM, meningkatkan konsistensi risk awareness, dan lain-lain," tuturnya.

Sebagai informasi, WSBP meraih dua penghargaan pada 2022, yaitu Top GRC Awards 2022 #4 Stars dan The Most Committed GRC Leader 2022.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Kerahkan 4 Plant, WSBP Rampungkan Suplai Beton Proyek Jalan Tol Bocimi Seksi II
Kerahkan 4 Plant, WSBP Rampungkan Suplai Beton Proyek Jalan Tol Bocimi Seksi II
Rebuilding Strength & Sustainability
Tingkatkan Kualitas Manajemen Risiko Perusahaan, WSBP Raih Risk Management Awards 2023
Tingkatkan Kualitas Manajemen Risiko Perusahaan, WSBP Raih Risk Management Awards 2023
Rebuilding Strength & Sustainability
Kaleidoskop Kinerja WSBP 2022, Korporasi Berhasil Kantongi Kontrak Senilai Rp 3,29 Triliun
Kaleidoskop Kinerja WSBP 2022, Korporasi Berhasil Kantongi Kontrak Senilai Rp 3,29 Triliun
Rebuilding Strength & Sustainability
Dukung PEN Sektor Pariwisata, WSBP Suplai Beton Precast untuk Pembangunan Infrastruktur di KEK Tanjung Lesung
Dukung PEN Sektor Pariwisata, WSBP Suplai Beton Precast untuk Pembangunan Infrastruktur di KEK Tanjung Lesung
Rebuilding Strength & Sustainability