Kisah Khoerul, Jebolan UGM yang Kembangkan Bisnis Ayam Hias Beromzet Ratusan Juta Rupiah

Kompas.com - 09/02/2022, 05:34 WIB
Labib Zamani,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

KLATEN, KOMPAS.com - Muhammad Khoerul Fadhil (24), pemuda asal RT 006, RW 003 Desa Tangkisan Pos, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sukses mengembangkan bisnis ayam hias.

Kesuksesannya tersebut dia raih bukan secara tiba-tiba.

Khoerul mulai menekuni bisnisnya sejak masih duduk di bangku kuliah pada 2016.

Baca juga: Legitnya Durian Luna Maya, Harga Per Buah Rp 50.000, Penjualnya Mengaku Raup Omzet Rp 50 Juta Sehari

Saat itu, Khoerul masih sebagai mahasiswa program studi (prodi) ilmu dan industri peternakan Fakultas Peternakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Khoerul menceritakan bisnis ayam hiasnya tersebut berkembang bermula dari hobi.

Sejak masih kuliah Khoerul senang dengan hewan unggah, khususnya ayam maupun burung hias.

Berangkat dari hobi tersebut, ia kemudian membeli sepasang ayam brahma dengan harga Rp 500.000.

Baca juga: Petani Magelang Raup Omzet Rp 3,5 Miliar Per Bulan dari Beras Organik

Sepasang ayam itu dia pelihara sampai akhirnya bertelur dan menetas.

"Saya jual anakannya itu perekor laku Rp 200.000. Untuk kelas mahasiswa itu cukup lumayan. Padahal, ayam brahma itu produksi telurnya bisa 300 butir pertahun," ungkap Khoerul dihubungi Kompas.com, Selasa (8/2/2022).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com